|
HERBAL ALAMI SARANG SEMUT
Sarang semut yang telah dikenal oleh masyarakat luas adalah sarang semut berupa
lubang-lubang di tanah, bangunan, atau daun-daun di pohon yang dibuat sendiri
oleh koloni semut tertentu, bisa semut merah, rangrang, semut hitam, atau semut
putih. Namun, yang dibahas di sini bukan sarang semut seperti itu, melainkan
tumbuhan epifit yang menempel di pohon besar yang batang
bagian bawahnya menggelembung berisi rongga-rongga yang disediakan sebagai
sarang semut jenis tertentu.
Tentu saja
di sini,
tumbuhan ini
tidak sekedar diperkenalkan kepada para netter untuk
menambah wawasan botaninya. Namun yang lebih penting dari itu adalah memperkenalkan kepada
anda manfaat dari tumbuhan sarang semut ini untuk pengobatan. Sejak
beberapa tahun yang lalu kami telah mulai memanfaatkan tumbuhan sarang semut ini
untuk pengobatan berbagai penyakit ringan maupun berat, termasuk tumor, kanker,
asam urat, wasir, TBC, maag, dan jantung. Bila diminum secara teratur, ramuan
sarang semut bisa melancarkan ASI
dan memulihkan kesehatan wanita setelah persalinan serta menjaga stamina
tubuh.
 |
Gambar 1
Tumbuhan sarang semut yang menempel pada tumbuhan
|
 |
|
Apa yang kami paparkan di sini memang masih sebatas bukti-bukti empiris. Namun
demikian, kami sudah mulai melakukan kajian ilmiahnya untuk mengungkap khasiat
dari tumbuhan sarang semut ini yang oleh para hobiis di luar negeri seperti
Singapura, Thailand, dan Australia dikoleksi sebagai tanaman eksotik dan
dibudidayakan sebagai tanaman biasa.

Sarang semut jenis menggantung.
Kajian
ilmiah tentang sarang semut
Lely Kumiawati menulis penelitian ilmiah sarang semut:
Dalam
uji in vitro, terbukti bahwa sarang semut ampuh mengatasi sel
kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Gui Kim Tran dari University
National of Hochiminch City dan koleganya seperti Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya,
dan Arjun dari Ranskota. Ketiga orang sejawat Gui itu bekerja di Toyama Medical
and Pharmaceutical University.
Gui Kim Tran mengambil by ki nam-sebutan sarang serum I di Vietnam-dari Tinh
Bien, Provinsi Angiang dan Propinsi Lamdong. Tumbuhan berbobot 2-3 kg itu
kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran
methanol air . Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastesis alias
mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan
kanker usus. Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel
kanker. Hasilnya menakjubkan, sarang semut mempunyai aktivitas antiproliferasi.
Dalam dunia kedokteran, proliferasi berarti pertumbuhan sel yang amat cepat dan
abnormal. Kanker memang berarti pertumbuhan sel yang cepat dan tak terkendali.
Antiproliferasi berarti menghambat proses perbanyakan sel itu.
Seperti dikutip Biology Pharmaceutical Bulletin, para peneliti tersebut
menuturkan bahwa seluruh ekstrak sarang semut mampu menekan proliferasi sel tumor
manusia. Dalam uji itu terbukti tingkat efektifitas EC50 mencapai 9,97 mg/ml
pada ekstrak methanol. Artinya dengan dosis kecil 9, 97
mg/ml, ekstrak sarang semut mampu menekan 5% laju pertumbuhan sel kanker.
Sedangkan EC50 pada ekstrak air 22,3 mg/ml campuran methanol-air, 11,3 mg/ml.
Riset itu seperti meneguhkan pengalaman empiris banyak orang yang sembuh dari
kanker. Di samping itu sarang semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip
vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah
Sukandar, guru besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi.
Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. la menangkal serangan
radikal bebas dengan cara antidegeneratif, katanya. Senyawa kaya vitamin E itu
juga berfaedah sebagai antiaging
(antipenuaan). Bila kita mengkonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, maka tokoferol akan mengatasinya, ujar ahli Ahmad Sulaeman PhD. Doktor ahli
nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln itu mengungkapkan, peran vitamin
E bagi kesehatan amat vital. Ia mencegah asam lemak tak jenuh, komponen set
membran dari oksidasi oleh radikal bebas.
Dalam segi keamanan konsumen, riset ilmiah yang telah dilakukan oleh Muhammad
Ahkam Subroto, doktor alumnus University of New South Wales Sydney, Australia,
telah menjamin keamanan dari herbal ini. Riset itu membuktikan, konsumsi 3 kali
1 sendok makan sarang semut per hari masih sangat aman. Hasil riset tersebut
mendapati angka LDSO sarang semut amat tinggi sehingga keamanan konsumen
terlindungi, kriteria obat yang bagus jika dosis efektif berjauhan dengan
LD50.
Kembali ke
atas....
Kandungan Sarang Semut
Uji penapisan kimia dari tumbuhan sarang semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini
mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Hal ini
sesuai dengan basil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang
mempelajari golongan senyawa ini dalam kaitannya dengan sistem pertahanan diri
tumbuhan sarang semut.
Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang
merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk
ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet
manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi flavonoid
dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk
pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi
struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan
efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai
antibiotik.
Dalam banyak kasus, flavonoid berperan langsung sebagai antibiotik
dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi
flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus
HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan
dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak,
diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat
penyangga akar gigi). Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkap
fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga
untuk pengobatan kanker. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah
terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus
sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan
resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.
Kemampuan sarang semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker
atau tumor, TBC, dan encok/rematik diduga kuat berkaitan dengan kandungan
flavonoid sarang semut.
Komposisi dan Kandungan Senyawa Aktif Tumbuhan Sarang Semut
|
No
|
Parameter
|
Satuan
|
Nilai
|
|
1
|
Energi
|
Kkal/100 g
|
350,52
|
|
2
|
Kadar air
|
g/100 g
|
4,54
|
|
3
|
Kadar abu
|
g/100 g
|
11,13
|
|
4
|
Kadar lemak
|
g/100 g
|
2,64
|
|
5
|
Kadar protein
|
g/100 g
|
2,75
|
|
6
|
Kadar karbohidrat
|
g/100 g
|
78,94
|
|
7
|
Tokoferol
|
mg/100 g
|
31,34
|
|
8
|
Total fenol
|
g/100 g
|
0,25
|
|
9
|
Kalsium (Ca)
|
g/100 g
|
0.37
|
|
10
|
Natrium (Na)
|
mg/100 g
|
68,58
|
|
11
|
Kalium (K)
|
g/100 g
|
3,61
|
|
12
|
Seng (Zn)
|
mg/100 g
|
1,36
|
|
13
|
Besi (Fe)
|
mg/100 g
|
29,24
|
|
14
|
Fosfor (P)
|
g/100 g
|
0,199
|
|
15
|
Magnesium (Mg)
|
g/100 g
|
1,50
|
Tanin merupakan astringen, polifenol tanaman berasa pahit yang dapat mengikat
dan mengendapkan protein. Umumnya tanin digunakan untuk aplikasi di bidang
pengobatan, misalnya untuk pengobatan diare, hemostatik (menghentikan pendarahan),
dan wasir. Kemampuan sarang semut secara empiris untuk pengobatan ambeien (wasir)
dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan taninnya.
Seperti dalam Tabel di atas tumbuhan sarang semut kaya akan antioksidan
tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm dan beberapa mineral penting untuk tubuh
seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor, dan magnesium. Analisis
antioksidan dari ekstrak kasar tumbuhan sarang semut dengan menggunakan metode
DPPH (1,l-difenil.-2-pikrilhidrazil) menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki
aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC50 sebesar 48,6 ppm.
Sementara alfa-tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50
diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC50 merupakan konsentrasi dari antioksidan
yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50
dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut. Alfa-tokoferol
pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas sebanyak 96% dan
persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasi-konsentrasi yang lebih
tinggi dari 12 ppm. Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa alfa-tokoferol
pada konsentrasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam radikal bebas
hingga mendekati 100%. Dalam sistem metabolisme tubuh, kalsium berfungsi dalam
membantu
kerja jantung, impuls saraf, dan pembekuan darah. Besi berfungsi dalam
pembentukan hemoglobin, transpor oksigen, aktivator enzim. Fosfor berfungsi
dalam penyerapan kalsium dan produksi energi. Natrium memiliki peranan dalam
keseimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan impuls saraf. Kalium berfungsi
dalam ritme jantung, impuls saraf, dan keseimbangan asam-basa. Seng memiliki
fungsi dalam sintesis protein, fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme
karbohidrat, dan penyembuhan luka. Sementara Magnesium memiliki peranan dalam
fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, keseimbangan basa, dan
aktivitas neuromuskuler.
Fungsi-fungsi mineral tersebut dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari
sarang semut, misalnya khasiatnya dalam membantu mengatasi berbagai macam
penyakit/gangguan jantung, melancarkan haid dan mengobati keputihan, melancarkan
peredaran darah, mengobati migren (sakit kepala sebelah), gangguan fungsi ginjal
dan memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan gairah seksual.
Hasil analisis penghambatan aktivitas enzim xanttine oxidase & teh ekstrak
tumbuhan sarang semut menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan sarang semut dapat
menghambat aktivitas enzim xarithine oxidase dengan aktivitas yang setara dengan
allopurinol, obat komersial yang digunakan untuk pengobatan asam urat atau gout,
salah satu jenis penyakit rematik. Diduga senyawa inhibitor xanthine oxidase
yang bertanggung jawab dalam mekanisme ini adalah senyawa dari golongan
flavonoid. Fenomena inilah yang kemungkinan dapat memperkuat khasiat tumbuhan
sarang semut untuk pengobatan rematik yang telah terbukti secara empiris.
 |
|
|
Gambar 2.
Sarang semut yang sudah dikeringkan siap diolah
|
Kembali ke
atas....
MENGAPA SARANG SEMUT BEGITU BERKHASIAT?
Beberapa peneliti berusaha mengungkapkan ada apa di balik khasiat luar biasa dari
sarang semut. Dari hasil penelitian itu ditemukan beberapa senyawa aktif yang
mampu meredam berbagai penyakit.
Dr. M. Ahkan Subroto, Ahli Peneliti Utama LIPI mengungkapkan bahwa senyawa aktif
yang terkandung dalam Sarang Semut itu adalah Flavonoid, Tanin, dan Poliefenol
yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh. Selain itu dalam sarang semut
juga ditemukan kandungan bermanfaat lainnya, seperti Tokoferol, Magnesium,
Kalsium, Besi, Fosfor, Natrium, dan Seng. Berikut adalah keterangan singkat
beberapa zat aktif bermanfaat yang terkandung dalam sarang semut
Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik
untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk m lindungi
struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antinflamasi, mencegah keropos
tulang, dan sebagai antibiotik. Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan
secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme
seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai anti virus telah banyak
dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV /AIDS dan virus herpes. Selain itu,
flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa
penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan
perionditis (radang, jaringan ikat penyangga akar gigi).
Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari
flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk penobatan kanker.
Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi
karsinogen, antiprofilisasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis,
diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau
kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut. Kemampuan Sarang Semut secara
empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker atau tumor, TBC, dan encok/rematik
diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid Sarang Semut
-
Tanin merupakan astrigen yang mengikat dan mengendalikan protein berlebih
dalam tubuh. Dalam bidang pengobatan Tanin digunakan untuk mengobati diare,
hemostatik (menghentikan pendarahan), dan wasir. Karena itu kemampuan Sarang
Semut secara empiris untuk pengobatan, misalnya untuk pengobatan ambeien (wasir)
dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan zat ini.
-
Polifenol
adalah asam fenolik dan flavonoid. Polifenol banyak ditemukan dalam
buah-buahan, sayuran serta biji-bijian. Rata-rata manusia bisa mengkonsumsi
polifenol dalam seharinya sampai 23 mg. Khasiat dari polifenol adalah anti
mikroba dan menurunkan kadar gula darah. Asam fenolik merupakan kelas dari
antioksidan atau senyawa yang menghilangkan radikal bebas. Molekul yang
tidak stabil ini adalah produksi dari metabolisme normal yang menyumbat
pembuluh darah dan mengakibatkan perubahan pada DNA yang dapat menimbulkan
kanker dan penyakit lain.
-
Tokoferol
(vitamin E) sekitar 313 ppm. Analisis antioksidan dari ekstrak kasar
tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas
antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC 50 sebesar 48,6 ppm. Sementara
alfa-tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC 50 diperoleh
angka sebesar 5,1 ppm. IC50 merupakan konsentrasi dari antioksidan yang
dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50
dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut.
-
Alfa-tokoferol
pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas sebanyak 96%, dan
persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasi-konsentrasi yang
lebih tinggi dari 12 ppm. Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa
alfa-tokoferol pada konsentrasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam
radikal bebas hingga mendekati 100%.
-
Magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air
intraseluler, keseimbangan basa, dan aktivitas neuromuseluler. Fungsi-fungsi,
mineral tersebut dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari Sarang Semut,
misalnya, khasiat dalam membantu mengatasi berbagai macam penyakit/gangguan
jantung, melancarkan peredaran darah, mengobati migren, gangguan fungsi
ginjal dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan
gairah seksual.
-
Kalsium berfungsi dalam kerja jantung, impuls saraf, dan pembekuan darah. I
Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin transoroksi enzim.
-
Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi.
-
Natrium memiliki peranan dalam keseimbangan elektrolit, volume cairan tubuh,
dan impuls saraf, dan keseimbangan asam-basa.
-
Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein fungsi seksual, penyimpanan
insulin, metabolisme karbohidrat, dan penyembuhan luka. Selain itu dalam
penelitiannya Dr. M. Ahkan Subroto melihat adanya penghambatan aktivitas
enzim xanthine oxidase oleh ekstrak Sarang Semut, hal ini menunjukkan bahwa
ekstrak Sarang Semut setara dengan aktivitas allopurinol, obat kimia
komersial yang digunakan untuk penobatan asam urat. Bila dampak dari
allopurinol bisa meningkatkan kadar kreatin hingga merusak ginjal, maka
sarang semut selain menurunkan asam urat juga memperbaiki fungsi ginjal.
"Dengan
adanya bukti empiris ini Sarang Semut merupakan sumber baru obat. Banyak senyawa
baru yang belum diketahui (jenisnya) dengan aktivitas tinggi." - Dr Muhammad
Ahkam Subrat, Peneliti Sarang Semut. Dan tidak menutup kemungkinan masih akan
ditemukannya senyawa-senyawa aktif lainnya yang belum terungkap dari sarang
semut, yang menjelaskan ada apa dibalik semua khasiat luar biasa dari sarang
semut yang membantu kesembuhan begitu banyak orang dari berbagai penyakit.
 |
Gambar 3:
Sarang semut
yang sudah dikeringkan dan dipotong-potong dan siap digiling.
|
Kembali ke atas....
Penyakit yang Bisa Disembuhkan Sarang Semut
Secara empiris rebusan bubuk tumbuhan sarang semut atau kapsulnya telah terbukti
dapat menyembuhkan beragam penyakit ringan dan berat, seperti kanker dan tumor,
asam urat, jantung koroner, wasir, TBC, migren, rematik dan leukemia. Mengenai
mekanisme kerja kandungan senyawa aktif sarang semut dalam mengobati berbagai
penyakit tersebut memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Beberapa
penyakit yang bisa disembuhkan dan kemungkinan senyawa aktif yang berperan
menaklukkan penyakit tersebut dijelaskan sebagai berikut.
A.
BERBAGAI PENYAKIT
Beberapa penyakit yang bisa diobati dengan sarang semut adalah:
1.
Kanker dan tumor
Jenis-jenis kanker dan tumor, baik jinak maupun ganas, yang dapat disembuhkan
dengan sarang semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker
lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim kanker kulit, kanker prostat,
dan kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.
Kemampuan sarang semut secara empiris untuk mengobati berbagai jenis kanker/tumor
tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa
mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi
karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan
diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau
kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.
2.
Gangguan jantung, terutama jantung koroner
Hingga kini mekanismenya memang belum jelas, tetapi kemampuan sarang semut mengobati berbagai macam penyakit/gangguan jantung ada kaitannya dengan
kandungan multi-mineral sarang semut, terutama kalsium dan kalium.
3.
Stroke ringan maupun berat
Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral
yang terkandung dalam sarang semut.
4.
Ambeien( wasir), baru maupun lama
Kemampuan sarang semut untuk pengobatan ambeien (wasir) berkaitan dengan
kandungan flavonoid dan taninnya yang tinggi. Kedua golongan senyawa ini dalam
beberapa penelitian memang sudah terbukti dapat mengobati wasir.
5.
Benjolan-benjolan dalam payudara bagi wanita (tanpa perlu diangkat melalui
operasi)
Yang dimaksud dengan benjolan-benjolan pada payudara adalah pembengkakan bukan
tumor (non-neoplasma). Diduga kuat mekanisme penyembuhannya serupa dengan kasus
tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid yang
terkandung dalam sarang semut.
6.
Gangguan fungsi ginjal dan prostat.
Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada
kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta
multi-mineral yang ada dalam jamu sarang semut.
7.Haid dan keputihan
Proses pengobatan untuk keputihan dan melancarkan haid ada kaitannya dengan
kandungan flavonoid, tanin, dan multi-mineralnya, terutama kalsium dan seng.
8.
Melancarkan peredaran darah
Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral
yang terkandung dalam sarang memiliki peranan penting dan melancarkan peredaran
darah.
9.
Migren (sakit kepala sebelah)
Untuk pengobatan migren berkaitan dengan fungsi kandungan flavonoid dan
multi-mineral dalam sarang semut, khususnya kalsium, natrium, dan magnesium. 10.
10.Penyakit paru-paru (TBC)
Pengobatan TBC terkait dengan peranan flavonoid yang terkandung dalam sarang
semut yang berfungsi sebagai antibakteri.
11. Rematik (encok)
Ini terkait dengan kemampuan flavonoid sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase
dan antioksidan serta tokoferol sebagai antioksidan dan multi-mineral yang
terkandung dalam sarang semut.
12. Gangguan alergi hidung, mimisan, bersin-bersin pada pagi hari atau pada
perubahan cuaca
Senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap gangguan ini adalah antioksidan
(tokoferol dan flavonoid) dan tanin.
13. Sakit maag
Seperti halnya TBC, yang berperan dalam pengobatan maag adalah flavonoid yang
terkandung dalam sarang semut sebagai antibakteri.
14. Penyakit lain
Beberapa penyakit lain yang juga bisa diobati dengan sarang semut antara lain
pegal-pegal, nyeri otot, sakit tulang, dan asam carat.
Kembali ke atas....
Cara Meramu dan Dosis Pemakaian
Sebenarnya,
proses meramu
sarang semut
sangat sederhana karena bahannya sudah dalam bentuk serbuk. Di
samping itu, serbuk sarang semut dalam pemanfaatannya sebagai obat, tidak
dicampur atau diramu bersama bahan lain. Jadi sarang semut merupakan ramuan
tunggal. Meramunya pun cukup dengan merebusnya bersama air. Bagi yang tidak
ingin meramu sarang semut, sebenarnya juga tersedia produk dalam bentuk kapsul.
Cukup mengonsumsi sejumlah kapsul yang direkomendasikan. Selain cara meramu,
di sini pun dibahas mengenai dosis yang bisa digunakan untuk mengobati
berbagai penyakit.
A.
Meramu Serbuk Sarang Semut (Dekoktum)
Meramu serbuk
sarang semut untuk dimanfaatkan sebagai obat.

1.
Siapkan serbuk kering sarang semut.

2.
Tuangkan satu sendok 12 makan penuh (sekitar 10
g) bubuk tersebut ke dalam panci yang terbuat dari stainless steel (jangan
menggunakan panci alumunium karena bisa bocor) berisi 500 ml air (2 gelas).
Masak bubuk tersebut sampai mendidih, api dikecilkan sambil diaduk sesekali
selama 15 menit (2 gelas air menjadi 1 gelas).

3.
Dinginkan hasil rebusan tersebut, lalu saring.
Tuangkan air rebusan sarang semut dalam gelas. Ramuan siap diminum.

6.
Ampas sarang semut sebaiknya tidak digunakan lagi
karena kandungan senyawa aktifnya sudah sangat sedikit sehingga khasiatnya pun
akan berkurang.
Kembali ke atas....
B.
Dosis Pemakaian
Dalam memanfaatkan sarang
semut sebagai obat, pengguna harus memperhatikan dosis rekomendasi. Perlu
diketahui bahwa dosis yang dipaparkan di sini adalah dosis rekomendasi umum.
Untuk takaran atau dosis lebih tepat untuk setiap penyakit harus dihitung sesuai
dengan jenis penyakit, tingkat keparahan penyakit, dan kondisi pasien.
Adapun dosis pemakaian yang
direkomendasikan secara umum untuk berbagai penyakit dijelaskan sebagai berikut.
Sarang semut hasil rebusan (dekoktum)
a)
Untuk penyembuhan, minumlah satu gelas (250 cc)
air hasil rebusan sarang semut secara teratur 2-3 kali sehari hingga sembuh.
b)
Mengonsumsi ramuan sarang semut harus
memperhatikan dosis rekomendasi
c)
Untuk pencegahan penyakit dapat meminum 1 gelas
ramuan secara teratur, yaitu 1-2 kali seminggu agar tetap sehat dan bugar.
d)
Untuk anak-anak usia di bawah 10 tahun, cukup
meminum setengah takaran dewasa.
C. KEGUNAAN LAIN
Selain telah terbukti secara empiris dapat menyembuhkan berbagai penyakit
seperti tersebut. di atas, rebusan bubuk tumbuhan sarang semut atau kapsul
ekstrak lainnya telah terbukti pula dapat digunakan sebagai berikut.
1.
Melancarkan dan meningkatkan air susu ibu (ASI), mempercepat proses pemulihan
kesegaran ibu setelah melahirkan, dan memulihkan kewanitaan (sari rapet)
Kandungan multi-mineral dari tumbuhan sarang semut diduga memiliki peranan yang
penting dalam melancarkan dan meningkatkan produksi ASI.
2.
Memulihkan gairah seksual bagi pria maupun wanita, meningkatkan keperkasaan/kejantanan
pria
Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral
dari tumbuhan sarang semut diduga memiliki peranan yang penting dalam
meningkatkan gairah seksual ini.
3.
Memulihkan kesegaran dan stamina tubuh sepanjang hari
Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral
dari tumbuhan sarang semut diduga memiliki peranan yang penting dalam memulihkan
kesegaran dan stamina tubuh.
Kembali ke atas....
Kesaksian Para Pengguna Sarang
Semut
Sarang semut sebagai obat
berbagai penyakit telah terbukti secara empiris. Artinya, sarang semut telah
digunakan atau dikonsumsi oleh banyak orang dan telah terbukti bisa menyembuhkan
penyakit yang dideritanya. Untuk berbagai mengenai proses penyembuhan penyakit,
para pengguna sarang semut bersedia memberikan kesaksian. Pengakuan ini
diperoleh langsung penulis dari pengonsumsi sarang semut. Sejumlah kesaksian
yang berhasil direkam dipaparkan sebagai berikut.
A. Penyakit Jantung
Meyti Mangelep (40 th),
Jayapura-Papua
Sudah sejak lama saya
mengalami gangguan jantung. Setiap kali kaget atau mendengar berita-berita yang
mengejutkan, jantungku langsung berdebar-debar dan terasa riyeri seperti ada
yang menusuk-nusuk, bahkan kadang agak terasa sakit di bagian jantung. Sudah
beberapa kali saya memeriksakan diri ke dokter ahli jantung dan saya diberikan
obat pencegah agar tidak mengalami serangan jantung. Namun, semua itu tidak
banyak membantu dan tidak ada perubahan gangguan yang saya alami.
Tiga setengah tahun silam saya mendapatkan informasi dari teman bahwa ada sejenis ramuan obat yang
bisa mengobati jantung saya. Ramuan itu namanya sarang semut. Saya pun membeli
ramuan sarang semut tersebut untuk saya konsumsi dengan harapan bisa sehat
kembali.
Alangkah bahagianya saya,
ternyata setelah tiga minggu secara terus-menerus meminum basil rebusan sarang
semut, saya mengalami perubahan yang sangat besar. Jantung saya tidak lagi
berdebar-debar. Bahkan, rasa nyeri dan sakit pada jantung saya hilang.
Sampai sekarang sudah lebih
dari tiga tahun berlalu setelah saya mengonsumsi jamu sarang semut. Tidak pernah
lagi ada gangguan jantung seperti yang saya alami di masa lalu. Puji Tuhan saya
sekarang sehat berkat sarang semut.
B. Kanker Payudara
Meyti Ngantun (34 th),
Jayapura-Papua
Saya seorang ibu rumah
tangga asal Sulawesi Utara, sekarang mempunyai dua orang putra dan suami saya
bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jayapura. Tiga tahun yang lalu pada waktu
saya baru mempunyai anak pertama, saya mengalami gangguan kanker payudara di
bagian sebelah kanan. Awalnya saya tidak begitu menaruh perhatian, tetapi lama-kelamaan
saya mulai merasa terganggu karena mulai merasakan sakit. Lantas saya
memeriksakan diri ke dokter internis dan divonis mengidap kanker payudara. Oleh
karena berkembang dengan cepat maka dokter mengajurkan supaya segera diangkat
melalui operasi. Menurut dokter, itu satu-satunya jalan untuk mengatasinya.
Saat itu saya sangat takut
dan tidak siap untuk dioperasi. Saya berusaha mendapatkan obat-obat alternatif
yang kata orang bisa menyembuhkannya. Namun, semuanya itu sia-sia dan penyakit
saya makin berkembang dari waktu ke waktu sehingga kalau tersentuh saja rasanya
sakit luar biasa.
Suatu ketika suamiku
mendapat informasi dari teman kerja di kantor. la meminta kepada saya untuk
mencoba meminum jamu sarang semut dari Wamena. Katanya jamu tersebut sangat
ampuh mengobati berbagai penyakit, termasuk tumor dan kanker. Saya pun mulai
mencoba meminum jamu sarang semut tersebut. Oleh karena saya bertekat mau sembuh
maka saya rajin mengonsumsi setiap hari sesuai takarannya, 3 kali sehari.
Tiga hari kemudian saya
mulai merasa tidak begitu sakit lagi dan saya bertekad terus mengonsumsinya.
Seminggu kemudian rasa sakit sudah sangat berkurang dan benjolan-nya sudah agak
lembek. Pada minggu ketiga di suatu pagi saya kaget dengan adanya cairan
berwarna kekuning-kuningan keluar di atas puling saya dan cairan tersebut secara
terus-menerus keluar dalam beberapa hari. Saya masih terus mengonsumsi sarang
semut agar bisa sembuh benar-benar dan ternyata luka lubang yang mengeluarkan
cairan tersebut tertutup sendiri dan lukanya sembuh.
Saya sangat lega dan bahagia
karena saya sudah merasa sembuh berkat sarang semut. Kesembuhan ini terasa
hingga kini. Sudah beberapa tahun ini tidak ada masalah lagi hingga saya
melahirkan anak kami yang kedua. Bahkan, produksi ASI saya lancar-lancar saja
dan normal sebagaimana biasa.
C. Kanker Rahim
Ibu Rini (65 th),
Jayapura-Papua
Saya seorang ibu yang
divonis oleh dokter telah mengidap kanker rahim. Namun, dokter menyarankan untuk
tidak dioperasi karena alasan kondisi kersehatan saya yang sudah menurun akibat
faktor umur. Namun, di sisi lain dokter juga menyampaikan kalau dibiarkan bibit
kanker bisa berkembang dan menyebar. Dokter pun hanya merekomendasikan untuk
mengonsumsi obat dokter. Oleh karena kurang puas, saya pun berusaha mencari
alternatif lain. Atas saran dari saudara, saya pun mengon-sumsi jamu sarang
semut. Ternyata, setelah 2 bulan mengonsumsi sarang semut setiap hari ternyata
mengecil. Bahkan, saya memeriksakan kembali ke dokter, sungguh luar biasa,
kanker di rahim telah hilang sama sekali.
D. Tumor dan Gangguan
Paru-Paru
Mona Pangkey (32 th),
Jayapura-Papua
Saya ibu rumah tangga asal
Sulawesi Utara dan bertempat tinggal di Jayapura. Pada pertengahan tahun 2003
saya mengalami gangguan dengan adanya benjolan pada bagian leher, persis di
bawah rahang kanan. Benjolan tersebut berupa pembengkakan yang sangat menggangu
saya sehari-hari, terutama pada waktu sedang mengunyah makanan. Bahkan, sering
menghilangkan nafsu makan saya.
Saya sudah keliling periksa
dari dokter ke dokter dan diberi berbagai obat. Tidak hanya itu, sudah banyak
uang yang saya habiskan, tetapi tidak ada perubahan yang berarti. Begitu pula
dengan ramuan obat alternatif lainnya, saya sudah mencobanya, tetap saja tidak
bisa tertolong. Selain gangguan pada rahang, saya juga sebenarnya gangguan atau
flek paru-paru sehingga sering batuk-batuk. Saya sangat khawatir dan gelisah
karena saya sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak yang masih kecil.
Sejak suami saya mendengar
tentang khasiat jamu sarang semut yang beredar di Jayapura, dia pun menyuruh
saya mecoba meminumnya. Setelah saya mencoba meminumnya untuk beberapa hari,
ternyata ada perubahan. Rasa sakit yang sexing timbul kini mulai berkurang,
batuk saya pun mereda. Akhirnya, saya pun terus mengonsumsinya hingga lebih
dari satu bulan. Hasilnya sungguh diluar dugaan saya. Benjolan di rahang saya
lenyap total. Flek di paru-paru pun hilang dan saya tidak pernah batuk lagi.
Saya merasa penasaran dengan
kenyataan ini. Saya pun pergi lagi memeriksakan diri ke dokter dan ternyata
dokter mengatakan bahwa saya sudah sembuh. Dokter pun heran dan menanyakan obat
yang saya konsumsi. Menurut dokter, selama ini pasien-pasiennya dengan penyakit
yang sama tidak pernah bisa sembuh secepat yang saya alami. Saya sangat
bersyukur dapat disembuhkan berkat sarang semut. Hingga kini saya tetap sehat
dan bahagia bersama keluarga.
E. Tumor di Leher
Agnes Horoni (40 th),
Jayapura-Papua
Saya seorang karyawati asal
Sulawesi Utara yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jayapura. Selama di
Jayapura saya mengalami benjolan di bagian leher sebelah kanan pada tiga tahun
yang lampau. Benjolan tersebut tumbuh secara cepat hingga sudah sebesar kelereng.
Saya pun memeriksakan ke dokter ahli. Dokter pun berkesim-pulan bahwa yang
tumbuh di leher saya adalah sejenis tumor yang bisa berkembang terus. la pun
mengajurkan supaya segera dioperasi saja.
Oleh karena saya merasa
sangat khawatir dengan benjolan tersebut maka saya memutuskan supaya dioperasi
saja sesuai anjuran dokter. Oleh dokter telah ditetapkan hari dan tanggal
operasi. Untuk itu, sebelumnya saya menyampaikan kepada pimpinan saya, di mana
saat itu pimpinan saya menganjurkan supaya jangan terburu-buru untuk dioperasi.
Pimpinan saya menganjurkan supaya saya mencoba meminum jamu sarang semut yang
menurutnya sangat berkhasiat untuk mengobati benjolan saya tersebut.
Akan tetapi, suami saya
menyarankan untuk tetap dioperasi karena sudah janji waktu dengan dokternya.
Selama tiga minggu setelah dioperasi saya merasa aman dan tenang-tenang saja.
Akan tetapi, tiba-tiba pada minggu berikutnya saya merasa tempat bekas operasi
ada benjolan baru yang mulai tumbuh kembali dan berkembang secara cepat. Hal ini
saya sampaikan kepada pimpinan saya dan pimpinan saya menganjurkan kembali untuk
mencoba meminum jamu sarang semut. Akhirnya, saya pun menurutinya. Saya memulai
meminum jamu sarang semut dengan takaran 3 kali sehari selama satu bulan.
Ternyata secara berangsur-angsur benjolan tersebut mengecil hingga akhirnya
lenyap sama sekali. Bahkan, bekas sayatan pisau operasi pun tidak tampak sama
sekali. Rupanya sarang semut benar-benar sangat dahsyat. Saya sangat bersyukur
bahwa dalam beberapa tahun ini sudah tidak ada lagi gangguan dengan benjolan
tersebut. Puji Tuhan saya sudah benar-benar sehat berkat jamu sarang semut.
F. Ambeien (Wasir)
Bapak Hendra (68 th),
Jayapura
Saya sudah mengalai ambeien
sejak 48 tahun yang lalu. Selama ini untuk mengobati penyakit tersebut saya
mengonsumsi obat dokter. Namun, hasilnya tidak begitu baik. Tidak hanya itu,
semua jenis pengobatan alternatif pun sudah saya coba, tetapi hasilnya juga
kurang memuaskan. Hingga pada suatu hari, saudara saya menyarankan untuk
mengonsumsi jamu sarang semut. Saya pun mulai mencoba mengonsumsinya. Sesuai
dosis rekomendasi pada kemasannya, saya pun mengikutinya. Setelah mengonsumsinya
beberapa hari, ambeien saya mengecil. Saya pun terus mengonsumsi sarang semut
terus-menerus selama 2 bulan. Hasilnya, ambeien saya yang selama 40 tahun
menyiksa kini hilang sama sekali dan tidak pernah muncul lagi.
G. Melancarkan dan
Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu (ASI)
Tri Wayat Turyanti (34
th), Sentani, Jayapura-Papua
Saya seorang ibu asal Jawa
Tengah, dan suami saya berwiraswasta dan bertempat tinggal di Sentani Jayapura.
Kami dikaruniai tiga orang anak, anak pertama laki-laki dan anak kedua adalah
kembar, kedua-duanya laki-laki. Saat melahirkan prosesnya berjalan normal dan
sehat-sehat saja. Hanya saja setelah melahirkan kedua bayiku itu, saya mengalami
kekurangan ASI. Padahal saya sangat berkeinginan untuk memberi ASI secukupnya
kepada kedua bayiku sekurang-kurangnya untuk beberapa bulan ke depan. Saya
berusaha mencari makanan tambahan untuk bisa meningkatkan air susu, tetapi tidak
banyak tertolong sehingga terpaksa saya harus mencukupi kebuthan ASI untuk
mereka dengan memberikan tambahan susu bubuk.
Pada suatu hari saya
mendapatkan kiriman paket dari saudaraku di Wamena yang di dalamnya berisi
beberapa bungkus jamu sarang semut. Jamu tersebut katanya dapat mempercepat
pemulihan kesehatan ibu yang baru melahirkan dan juga untuk meningkatkan
stamina. Saya kemudian mencoba untuk meminumnya sesuai dengan keterangan yang
terdapat dalam kemasannya, yaitu 2 kali sehari. Ternyata setelah beberapa hari
mengonsumsinya, saya merasa kesehatanku lebih baik dan tidak mengalami
pegal-pegal. Perubahan yang luar biasa saya rasakan adalah produksi ASI-ku
bertambah banyak, bahkan dapat mencukupi kebutuhan kedua bayiku.
Ini adalah hal yang luar
biasa dan sangat menggembirakan hati saya. Ternyata jamu sarang semut sangat
ampuh meningkatkan produksi ASI. Di samping itu, dengan memberikan ASI, kedua
bayiku sangat sehat dan berkembang dengan baik.
Ibu Sonia (34 th),
Cengkareng, Jakarta Barat
Saya adalah ibu dua orang
anak. Saat melahirkan anak pertama, kondisi ASI normal. Namun, setelah
melahirkan anak kedua, ASI saya menggumpal sehingga produksinya pun menurun.
Saya telah mengupayakan segala cara agar produksi ASI saya tidak mengumpal dan
lancar. Saya pun mengonsumsi daun katuk. Bahkan, tidak hanya itu, saya juga
melakukan pijat dan meminum obat tradisional Cina. Namun, tidak ada basil yang
memuaskan. Produksi ASI saya tepat mengumpal. Hingga pada suatu hari teman saya
menganjurkan untuk mencoba mengonsumsi sarang semut. Menurutnya hasil rebusan
sarang semut dapat melancarkan dan meningkatkan produksi ASI. Akhirnya, saya pun
mengonsumsinya 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Hasilnya sungguh luar biasa,
barn 2 hari mengonsumsinya, air susu saya melimpah dan lancar. Bahkan, saya
kewalahan sehingga saya harus memompanya keluar.
H. Nyeri Punggung
Ibu Maria (32 th),
Jakarta Utara
Saya mengidap skoliosis (tulang
punggung bengkok). Setiap hari saya merasa nyeri dan pegal di sekitar tulang
punggung saya. Saya sudah mencoba berbagai terapi dan olah raga renang. Namun,
tidak banyak membantu. Berkat saran dari teman, saya mencoba mengonsumsi sarang
semut. Ternyata setelah meminum hasil rebusan sarang semut selama 1o hari, rasa
pegal dan nyeri hilang. Bahkan, hingga sekarang rasa nyeri itu tidak pernah
terasa kembali. Sungguh luar biasa khasiat sarang semut.
I. Alergi (Bersin-bersin dan
Keluar Ingus)
Bryan (4 th),
Perumahan Citra, Jakarta Barat
Anak saya namanya Bryan
dengan umur 4 tahun. Hampir setiap pagi saat bangun tidur, anak saya selalu
bersin-bersin. Bahkan, setiap kali bersin mengeluarkan ingus yang berwarna hijau
kental. Oleh karena khawatir akan perkembangan kesehatannya, saya pun memutuskan
untuk membawanya ke dokter. Saat memeriksakannya, dokter mengatakan kalau anak
saya itu alergi. Dokter pun memberikan resep obat.
Setelah beberapa hari
ternyata anak saya tetap bersin-bersin, tidak ada perubahan. Berkat saran dari
saudara yang mengetahui ada sejenis jamu yang disebut sarang semut bisa
mengatasi penyakit anak saya tersebut. Saya pun berusaha mencari jamu tersebut.
Setelah mendapatkannya, saya pun memberikan kepada anak saya untuk diminum.
Setelah is mengonsumsinya selama 4 hari, ternyata hasilnya diluar dugaan saya.
Anak saya tidak pernah lagi bersin-bersin jika bagun tidur dan tidak
mengeluarkan ingus lagi.
J. Gairah Seksual
Bapak Sarto (38 th),
Jayapura
Belakangan ini saya
mengalami penurunan aktivitas seksual sehingga saya merasa terganggu. Istri saya
pun merasakan dampaknya. Sebenarnya saya sudah mencoba mengonsumsi ramuan
taradisional, tetapi hasilnya kurang maksimal. Berkat saran teman, saya pun
mengonsumsi jamu sarang semut. Hasilnya, diluar dugaan saya. Hanya mengonsumsi
selama 1 minggu berturut-turut dengan dosis 2 kali sehari temyata gairah seksual
saya kembali normal, bahkan meningkat.
Kembali
ke atas....
DI MANA ANDA BISA
MENDAPATKAN HERBAL SARANG SEMUT?
Untuk melayani kebutuhan anda, kami
menyediakan bubuk kering sarang semut asli dari bumi Papua dan siap dikirim ke
alamat anda. Untuk pemesanan dan keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:
BAPAK UMARLAN
ALAMAT:
TANJUNG GEDONG, RT 06 RW 08
TOMANG-JAKARTA BARAT
Telepon:
021-56964205
atau
0812-8039-6464
Butuh
Info Lain? Klik di Sini...
|