Menu

Kajian Ilmiah
Kandungan Sarangsemut
Khasiat Sarangsemut
Penyakit yang disembuhkan
Cara Meramu

Dosis Pemakaian

Kegunaan lain

Testimonial

Pesan Sekarang!

Cek Harga Pulsa

HERBAL ALAMI SARANG SEMUT

 
Sarang semut yang telah dikenal oleh masyarakat luas adalah sarang semut berupa lubang-lubang di tanah, bangunan, atau daun-daun di pohon yang dibuat sendiri oleh koloni semut tertentu, bisa semut merah, rangrang, semut hitam, atau semut putih. Namun, yang dibahas di sini bukan sarang semut seperti itu, melainkan tumbuhan epifit  yang menempel di pohon besar yang batang bagian bawahnya menggelembung berisi rongga-rongga yang disediakan sebagai sarang semut jenis tertentu.

Tentu saja di sini,  tumbuhan ini tidak sekedar diperkenalkan  kepada para netter untuk menambah wawasan botaninya. Namun yang lebih penting dari itu adalah memperkenalkan kepada anda manfaat dari tumbuhan sarang semut ini untuk pengobatan. Sejak beberapa tahun yang lalu kami telah mulai memanfaatkan tumbuhan sarang semut ini untuk pengobatan berbagai penyakit ringan maupun berat, termasuk tumor, kanker, asam urat, wasir, TBC, maag, dan jantung. Bila diminum secara teratur, ramuan sarang semut bisa melancarkan ASI dan memulihkan kesehatan wanita setelah persalinan serta menjaga stamina tubuh.

Gambar 1 Tumbuhan sarang semut yang menempel pada tumbuhan

 

Apa yang kami paparkan di sini memang masih sebatas bukti-bukti empiris. Namun demikian, kami sudah mulai melakukan kajian ilmiahnya untuk mengungkap khasiat dari tumbuhan sarang semut ini yang oleh para hobiis di luar negeri seperti Singapura, Thailand, dan Australia dikoleksi sebagai tanaman eksotik dan dibudidayakan sebagai tanaman biasa.

Sarang semut jenis menggantung.

Kajian ilmiah tentang sarang semut

Lely Kumiawati menulis penelitian ilmiah sarang semut:

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa sarang semut ampuh mengatasi sel kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Gui Kim Tran dari University National of Hochiminch City dan koleganya seperti Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun dari Ranskota. Ketiga orang sejawat Gui itu bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University.

Gui Kim Tran mengambil by ki nam-sebutan sarang serum I di Vietnam-dari Tinh Bien, Provinsi Angiang dan Propinsi Lamdong. Tumbuhan berbobot 2-3 kg itu kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol air . Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastesis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus. Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya menakjubkan, sarang semut mempunyai aktivitas antiproliferasi. Dalam dunia kedokteran, proliferasi berarti pertumbuhan sel yang amat cepat dan abnormal. Kanker memang berarti pertumbuhan sel yang cepat dan tak terkendali. Antiproliferasi berarti menghambat proses perbanyakan sel itu.

Seperti dikutip Biology Pharmaceutical Bulletin, para peneliti tersebut menuturkan bahwa seluruh ekstrak sarang semut mampu menekan proliferasi sel tumor manusia. Dalam uji itu terbukti tingkat efektifitas EC50 mencapai 9,97 mg/ml pada ekstrak methanol.  Artinya dengan dosis kecil  9, 97 mg/ml, ekstrak sarang semut mampu menekan 5% laju pertumbuhan sel kanker. Sedangkan EC50 pada ekstrak air 22,3 mg/ml campuran methanol-air, 11,3 mg/ml. Riset itu seperti meneguhkan pengalaman empiris banyak orang yang sembuh dari kanker. Di samping itu sarang semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. la menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif, katanya. Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai antiaging (antipenuaan). Bila kita mengkonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, maka tokoferol akan mengatasinya, ujar ahli Ahmad Sulaeman PhD. Doktor ahli nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln itu mengungkapkan, peran vitamin E bagi kesehatan amat vital. Ia mencegah asam lemak tak jenuh, komponen set membran dari oksidasi oleh radikal bebas.

Dalam segi keamanan konsumen, riset ilmiah yang telah dilakukan oleh Muhammad Ahkam Subroto, doktor alumnus University of New South Wales Sydney, Australia, telah menjamin keamanan dari herbal ini. Riset itu membuktikan, konsumsi 3 kali 1 sendok makan sarang semut per hari masih sangat aman. Hasil riset tersebut mendapati angka LDSO sarang semut amat tinggi sehingga keamanan konsumen terlindungi, kriteria obat yang bagus jika dosis efektif berjauhan dengan LD50.

Kembali ke atas....

Kandungan Sarang Semut

Uji penapisan kimia dari tumbuhan sarang semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Hal ini sesuai dengan basil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang mempelajari golongan senyawa ini dalam kaitannya dengan sistem pertahanan diri tumbuhan sarang semut.

Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.

Dalam banyak kasus, flavonoid berperan langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut. Kemampuan sarang semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker atau tumor, TBC, dan encok/rematik diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid sarang semut.

Komposisi dan Kandungan Senyawa Aktif Tumbuhan Sarang Semut

 No

Parameter 

Satuan     

 Nilai

1

Energi 

Kkal/100 g

350,52

2

Kadar air 

 g/100 g

4,54

3

Kadar abu 

 g/100 g 

11,13

4

Kadar lemak 

g/100 g

2,64

5

Kadar protein 

 g/100 g

2,75

6

Kadar karbohidrat

g/100 g

78,94

7

Tokoferol 

mg/100 g

31,34

8

Total fenol

g/100 g

0,25

9

Kalsium (Ca)

g/100 g

0.37

10

Natrium (Na) 

mg/100 g

68,58

11

Kalium (K)  

g/100 g

3,61

12

Seng (Zn)  

mg/100 g

1,36

13

Besi (Fe)

mg/100 g

29,24

14

Fosfor (P)

g/100 g

0,199

15

Magnesium (Mg)

g/100 g

1,50

Tanin merupakan astringen, polifenol tanaman berasa pahit yang dapat mengikat dan mengendapkan protein. Umumnya tanin digunakan untuk aplikasi di bidang pengobatan, misalnya untuk pengobatan diare, hemostatik (menghentikan pendarahan), dan wasir. Kemampuan sarang semut secara empiris untuk pengobatan ambeien (wasir) dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan taninnya.

Seperti dalam Tabel di atas tumbuhan sarang semut kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm dan beberapa mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor, dan magnesium. Analisis antioksidan dari ekstrak kasar tumbuhan sarang semut dengan menggunakan metode DPPH (1,l-difenil.-2-pikrilhidrazil) menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC50 sebesar 48,6 ppm. Sementara alfa-tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50 diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC50 merupakan konsentrasi dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50 dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut. Alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas sebanyak 96% dan persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasi-konsentrasi yang lebih tinggi dari 12 ppm. Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam radikal bebas hingga mendekati 100%. Dalam sistem metabolisme tubuh, kalsium berfungsi dalam membantu kerja jantung, impuls saraf, dan pembekuan darah. Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin, transpor oksigen, aktivator enzim. Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi. Natrium memiliki peranan dalam keseimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan impuls saraf. Kalium berfungsi dalam ritme jantung, impuls saraf, dan keseimbangan asam-basa. Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein, fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme karbohidrat, dan penyembuhan luka. Sementara Magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, keseimbangan basa, dan aktivitas neuromuskuler.

Fungsi-fungsi mineral tersebut dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari sarang semut, misalnya khasiatnya dalam membantu mengatasi berbagai macam penyakit/gangguan jantung, melancarkan haid dan mengobati keputihan, melancarkan peredaran darah, mengobati migren (sakit kepala sebelah), gangguan fungsi ginjal dan memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan gairah seksual.

Hasil analisis penghambatan aktivitas enzim xanttine oxidase & teh ekstrak tumbuhan sarang semut menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan sarang semut dapat menghambat aktivitas enzim xarithine oxidase dengan aktivitas yang setara dengan allopurinol, obat komersial yang digunakan untuk pengobatan asam urat atau gout, salah satu jenis penyakit rematik. Diduga senyawa inhibitor xanthine oxidase yang bertanggung jawab dalam mekanisme ini adalah senyawa dari golongan flavonoid. Fenomena inilah yang kemungkinan dapat memperkuat khasiat tumbuhan sarang semut untuk pengobatan rematik yang telah terbukti secara empiris.

 

 

Gambar 2. Sarang semut yang sudah dikeringkan siap diolah

Kembali ke atas....

MENGAPA SARANG SEMUT BEGITU BERKHASIAT?

Beberapa peneliti berusaha mengungkapkan ada apa di balik khasiat luar biasa dari sarang semut. Dari hasil penelitian itu ditemukan beberapa senyawa aktif yang mampu meredam berbagai penyakit.

Dr. M. Ahkan Subroto, Ahli Peneliti Utama LIPI mengungkapkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut itu adalah Flavonoid, Tanin, dan Poliefenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh. Selain itu dalam sarang semut juga ditemukan kandungan bermanfaat lainnya, seperti Tokoferol, Magnesium, Kalsium, Besi, Fosfor, Natrium, dan Seng. Berikut adalah keterangan singkat beberapa zat aktif bermanfaat yang terkandung dalam sarang semut

Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk m lindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik. Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai anti virus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV /AIDS dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan perionditis (radang, jaringan ikat penyangga akar gigi).

Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk penobatan kanker. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiprofilisasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis, diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut. Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker atau tumor, TBC, dan encok/rematik diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid Sarang Semut

  • Tanin merupakan astrigen yang mengikat dan mengendalikan protein berlebih dalam tubuh. Dalam bidang pengobatan Tanin digunakan untuk mengobati diare, hemostatik (menghentikan pendarahan), dan wasir. Karena itu kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan, misalnya untuk pengobatan ambeien (wasir) dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan zat ini.

  •  Polifenol adalah asam fenolik dan flavonoid. Polifenol banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran serta biji-bijian. Rata-rata manusia bisa mengkonsumsi polifenol dalam seharinya sampai 23 mg. Khasiat dari polifenol adalah anti mikroba dan menurunkan kadar gula darah. Asam fenolik merupakan kelas dari antioksidan atau senyawa yang menghilangkan radikal bebas. Molekul yang tidak stabil ini adalah produksi dari metabolisme normal yang menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan perubahan pada DNA yang dapat menimbulkan kanker dan penyakit lain.

  •  Tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm. Analisis antioksidan dari ekstrak kasar tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC 50 sebesar 48,6 ppm. Sementara alfa-tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC 50 diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC50 merupakan konsentrasi dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50 dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut.

  •  Alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas sebanyak 96%, dan persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasi-konsentrasi yang lebih tinggi dari 12 ppm. Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam radikal bebas hingga mendekati 100%.

  • Magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, keseimbangan basa, dan aktivitas neuromuseluler. Fungsi-fungsi, mineral tersebut dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari Sarang Semut, misalnya, khasiat dalam membantu mengatasi berbagai macam penyakit/gangguan jantung, melancarkan peredaran darah, mengobati migren, gangguan fungsi ginjal dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan gairah seksual.

  • Kalsium berfungsi dalam kerja jantung, impuls saraf, dan pembekuan darah. I Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin transoroksi enzim.

  • Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi.

  • Natrium memiliki peranan dalam keseimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan impuls saraf, dan keseimbangan asam-basa.

  • Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme karbohidrat, dan penyembuhan luka. Selain itu dalam penelitiannya Dr. M. Ahkan Subroto melihat adanya penghambatan aktivitas enzim xanthine oxidase oleh ekstrak Sarang Semut, hal ini menunjukkan bahwa ekstrak Sarang Semut setara dengan aktivitas allopurinol, obat kimia komersial yang digunakan untuk penobatan asam urat. Bila dampak dari allopurinol bisa meningkatkan kadar kreatin hingga merusak ginjal, maka sarang semut selain menurunkan asam urat juga memperbaiki fungsi ginjal.

"Dengan adanya bukti empiris ini Sarang Semut merupakan sumber baru obat. Banyak senyawa baru yang belum diketahui (jenisnya) dengan aktivitas tinggi." - Dr Muhammad Ahkam Subrat, Peneliti Sarang Semut. Dan tidak menutup kemungkinan masih akan ditemukannya senyawa-senyawa aktif lainnya yang belum terungkap dari sarang semut, yang menjelaskan ada apa dibalik semua khasiat luar biasa dari sarang semut yang membantu kesembuhan begitu banyak orang dari berbagai penyakit.

Gambar 3:

Sarang semut yang sudah dikeringkan dan dipotong-potong dan siap digiling.

Kembali ke atas....

Penyakit yang Bisa Disembuhkan Sarang Semut

Secara empiris rebusan bubuk tumbuhan sarang semut atau kapsulnya telah terbukti dapat menyembuhkan beragam penyakit ringan dan berat, seperti kanker dan tumor, asam urat, jantung koroner, wasir, TBC, migren, rematik dan leukemia. Mengenai mekanisme kerja kandungan senyawa aktif sarang semut dalam mengobati berbagai penyakit tersebut memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dan kemungkinan senyawa aktif yang berperan menaklukkan penyakit tersebut dijelaskan sebagai berikut.

A. BERBAGAI PENYAKIT

Beberapa penyakit yang bisa diobati dengan sarang semut adalah:

1. Kanker dan tumor

Jenis-jenis kanker dan tumor, baik jinak maupun ganas, yang dapat disembuhkan dengan sarang semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim kanker kulit, kanker prostat, dan kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.

Kemampuan sarang semut secara empiris untuk mengobati berbagai jenis kanker/tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

2. Gangguan jantung, terutama jantung koroner

Hingga kini mekanismenya memang belum jelas, tetapi kemampuan sarang semut mengobati berbagai macam penyakit/gangguan jantung ada kaitannya dengan kandungan multi-mineral sarang semut, terutama kalsium dan kalium.

3. Stroke ringan maupun berat

Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral yang terkandung dalam sarang semut.

4. Ambeien( wasir), baru maupun lama

Kemampuan sarang semut untuk pengobatan ambeien (wasir) berkaitan dengan kandungan flavonoid dan taninnya yang tinggi. Kedua golongan senyawa ini dalam beberapa penelitian memang sudah terbukti dapat mengobati wasir.

5. Benjolan-benjolan dalam payudara bagi wanita (tanpa perlu diangkat melalui operasi)

Yang dimaksud dengan benjolan-benjolan pada payudara adalah pembengkakan bukan tumor (non-neoplasma). Diduga kuat mekanisme penyembuhannya serupa dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid yang terkandung dalam sarang semut.

6. Gangguan fungsi ginjal dan prostat.

Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta multi-mineral yang ada dalam jamu sarang semut.

7.Haid dan keputihan

Proses pengobatan untuk keputihan dan melancarkan haid ada kaitannya dengan kandungan flavonoid, tanin, dan multi-mineralnya, terutama kalsium dan seng.

8. Melancarkan peredaran darah

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral yang terkandung dalam sarang memiliki peranan penting dan melancarkan peredaran darah.

9. Migren (sakit kepala sebelah)

Untuk pengobatan migren berkaitan dengan fungsi kandungan flavonoid dan multi-mineral dalam sarang semut, khususnya kalsium, natrium, dan magnesium. 10. 10.Penyakit paru-paru (TBC)

Pengobatan TBC terkait dengan peranan flavonoid yang terkandung dalam sarang semut yang berfungsi sebagai antibakteri.

11. Rematik (encok)

Ini terkait dengan kemampuan flavonoid sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase dan antioksidan serta tokoferol sebagai antioksidan dan multi-mineral yang terkandung dalam sarang semut.

12. Gangguan alergi hidung, mimisan, bersin-bersin pada pagi hari atau pada perubahan cuaca

Senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap gangguan ini adalah antioksidan (tokoferol dan flavonoid) dan tanin.

13. Sakit maag

Seperti halnya TBC, yang berperan dalam pengobatan maag adalah flavonoid yang terkandung dalam sarang semut sebagai antibakteri.

14. Penyakit lain

Beberapa penyakit lain yang juga bisa diobati dengan sarang semut antara lain pegal-pegal, nyeri otot, sakit tulang, dan asam carat.

Kembali ke atas....

Cara Meramu dan Dosis Pemakaian

Sebenarnya, proses meramu sarang semut sangat sederhana  karena bahannya sudah dalam bentuk serbuk. Di samping itu, serbuk sarang semut dalam pemanfaatannya sebagai obat, tidak dicampur atau diramu bersama bahan lain. Jadi sarang semut merupakan ramuan tunggal. Meramunya pun cukup dengan merebusnya bersama air. Bagi yang tidak ingin meramu sarang semut, sebenarnya juga tersedia produk dalam bentuk kapsul. Cukup mengonsumsi sejumlah kapsul yang direkomendasikan. Selain cara meramu, di sini pun dibahas mengenai dosis yang bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.

A. Meramu Serbuk Sarang Semut (Dekoktum)

Meramu serbuk sarang semut untuk dimanfaatkan sebagai obat.

1.    Siapkan serbuk kering sarang semut.

2.    Tuangkan satu sendok 12 makan penuh (sekitar 10 g) bubuk tersebut ke dalam panci yang terbuat dari stainless steel (jangan menggunakan panci alumunium karena bisa bocor) berisi 500 ml air (2 gelas). Masak bubuk tersebut sampai mendidih, api dikecilkan sambil diaduk sesekali selama 15 menit (2 gelas air menjadi 1 gelas).

3.    Dinginkan hasil rebusan tersebut, lalu saring. Tuangkan air rebusan sarang semut dalam gelas. Ramuan siap diminum.

6.    Ampas sarang semut sebaiknya tidak digunakan lagi karena kandungan senyawa aktifnya sudah sangat sedikit sehingga khasiatnya pun akan berkurang.

 

Kembali ke atas....

B. Dosis Pemakaian

Dalam memanfaatkan sarang semut sebagai obat, pengguna harus memperhatikan dosis rekomendasi. Perlu diketahui bahwa dosis yang dipaparkan di sini adalah dosis rekomendasi umum. Untuk takaran atau dosis lebih tepat untuk setiap penyakit harus dihitung sesuai dengan jenis penyakit, tingkat keparahan penyakit, dan kondisi pasien.

Adapun dosis pemakaian yang direkomendasikan secara umum untuk berbagai penyakit dijelaskan sebagai berikut.

 

Sarang semut hasil rebusan (dekoktum)

a)    Untuk penyembuhan, minumlah satu gelas (250 cc) air hasil rebusan sarang semut secara teratur 2-3 kali sehari hingga sembuh.

b)    Mengonsumsi ramuan sarang semut harus memperhatikan dosis rekomendasi

c)    Untuk pencegahan penyakit dapat meminum 1 gelas ramuan secara teratur, yaitu 1-2 kali seminggu agar tetap sehat dan bugar.

d)    Untuk anak-anak usia di bawah 10 tahun, cukup meminum setengah takaran dewasa.

 

C. KEGUNAAN LAIN

Selain telah terbukti secara empiris dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti tersebut. di atas, rebusan bubuk tumbuhan sarang semut atau kapsul ekstrak lainnya telah terbukti pula dapat digunakan sebagai berikut.

1. Melancarkan dan meningkatkan air susu ibu (ASI), mempercepat proses pemulihan kesegaran ibu setelah melahirkan, dan memulihkan kewanitaan (sari rapet)

Kandungan multi-mineral dari tumbuhan sarang semut diduga memiliki peranan yang penting dalam melancarkan dan meningkatkan produksi ASI.

2. Memulihkan gairah seksual bagi pria maupun wanita, meningkatkan keperkasaan/kejantanan pria

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dari tumbuhan sarang semut diduga memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan gairah seksual ini.

3. Memulihkan kesegaran dan stamina tubuh sepanjang hari

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dari tumbuhan sarang semut diduga memiliki peranan yang penting dalam memulihkan kesegaran dan stamina tubuh.

Kembali ke atas....

Kesaksian Para Pengguna Sarang Semut

Sarang semut sebagai obat berbagai penyakit telah terbukti secara empiris. Artinya, sarang semut telah digunakan atau dikonsumsi oleh banyak orang dan telah terbukti bisa menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Untuk berbagai mengenai proses penyembuhan penyakit, para pengguna sarang semut bersedia memberikan kesaksian. Pengakuan ini diperoleh langsung penulis dari pengonsumsi sarang semut. Sejumlah kesaksian yang berhasil direkam dipaparkan sebagai berikut.

A. Penyakit Jantung

Meyti Mangelep (40 th), Jayapura-Papua

Sudah sejak lama saya mengalami gangguan jantung. Setiap kali kaget atau mendengar berita-berita yang mengejutkan, jantungku langsung berdebar-debar dan terasa riyeri seperti ada yang menusuk-nusuk, bahkan kadang agak terasa sakit di bagian jantung. Sudah beberapa kali saya memeriksakan diri ke dokter ahli jantung dan saya diberikan obat pencegah agar tidak mengalami serangan jantung. Namun, semua itu tidak banyak membantu dan tidak ada perubahan gangguan yang saya alami.

Tiga setengah tahun silam saya mendapatkan informasi dari teman bahwa ada sejenis ramuan obat yang bisa mengobati jantung saya. Ramuan itu namanya sarang semut. Saya pun membeli ramuan sarang semut tersebut untuk saya konsumsi dengan harapan bisa sehat kembali.

Alangkah bahagianya saya, ternyata setelah tiga minggu secara terus-menerus meminum basil rebusan sarang semut, saya mengalami perubahan yang sangat besar. Jantung saya tidak lagi berdebar-debar. Bahkan, rasa nyeri dan sakit pada jantung saya hilang.

Sampai sekarang sudah lebih dari tiga tahun berlalu setelah saya mengonsumsi jamu sarang semut. Tidak pernah lagi ada gangguan jantung seperti yang saya alami di masa lalu. Puji Tuhan saya sekarang sehat berkat sarang semut.

B. Kanker Payudara

Meyti Ngantun (34 th), Jayapura-Papua

Saya seorang ibu rumah tangga asal Sulawesi Utara, sekarang mempunyai dua orang putra dan suami saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jayapura. Tiga tahun yang lalu pada waktu saya baru mempunyai anak pertama, saya mengalami gangguan kanker payudara di bagian sebelah kanan. Awalnya saya tidak begitu menaruh perhatian, tetapi lama-kelamaan saya mulai merasa terganggu karena mulai merasakan sakit. Lantas saya memeriksakan diri ke dokter internis dan divonis mengidap kanker payudara. Oleh karena berkembang dengan cepat maka dokter mengajurkan supaya segera diangkat melalui operasi. Menurut dokter, itu satu-satunya jalan untuk mengatasinya.

Saat itu saya sangat takut dan tidak siap untuk dioperasi. Saya berusaha mendapatkan obat-obat alternatif yang kata orang bisa menyembuhkannya. Namun, semuanya itu sia-sia dan penyakit saya makin berkembang dari waktu ke waktu sehingga kalau tersentuh saja rasanya sakit luar biasa.

Suatu ketika suamiku mendapat informasi dari teman kerja di kantor. la meminta kepada saya untuk mencoba meminum jamu sarang semut dari Wamena. Katanya jamu tersebut sangat ampuh mengobati berbagai penyakit, termasuk tumor dan kanker. Saya pun mulai mencoba meminum jamu sarang semut tersebut. Oleh karena saya bertekat mau sembuh maka saya rajin mengonsumsi setiap hari sesuai takarannya, 3 kali sehari.

Tiga hari kemudian saya mulai merasa tidak begitu sakit lagi dan saya bertekad terus mengonsumsinya. Seminggu kemudian rasa sakit sudah sangat berkurang dan benjolan-nya sudah agak lembek. Pada minggu ketiga di suatu pagi saya kaget dengan adanya cairan berwarna kekuning-kuningan keluar di atas puling saya dan cairan tersebut secara terus-menerus keluar dalam beberapa hari. Saya masih terus mengonsumsi sarang semut agar bisa sembuh benar-benar dan ternyata luka lubang yang mengeluarkan cairan tersebut tertutup sendiri dan lukanya sembuh.

Saya sangat lega dan bahagia karena saya sudah merasa sembuh berkat sarang semut. Kesembuhan ini terasa hingga kini. Sudah beberapa tahun ini tidak ada masalah lagi hingga saya melahirkan anak kami yang kedua. Bahkan, produksi ASI saya lancar-lancar saja dan normal sebagaimana biasa.

C. Kanker Rahim

Ibu Rini (65 th), Jayapura-Papua

Saya seorang ibu yang divonis oleh dokter telah mengidap kanker rahim. Namun, dokter menyarankan untuk tidak dioperasi karena alasan kondisi kersehatan saya yang sudah menurun akibat faktor umur. Namun, di sisi lain dokter juga menyampaikan kalau dibiarkan bibit kanker bisa berkembang dan menyebar. Dokter pun hanya merekomendasikan untuk mengonsumsi obat dokter. Oleh karena kurang puas, saya pun berusaha mencari alternatif lain. Atas saran dari saudara, saya pun mengon-sumsi jamu sarang semut. Ternyata, setelah 2 bulan mengonsumsi sarang semut setiap hari ternyata mengecil. Bahkan, saya memeriksakan kembali ke dokter, sungguh luar biasa, kanker di rahim telah hilang sama sekali.

D. Tumor dan Gangguan Paru-Paru

Mona Pangkey (32 th), Jayapura-Papua

Saya ibu rumah tangga asal Sulawesi Utara dan bertempat tinggal di Jayapura. Pada pertengahan tahun 2003 saya mengalami gangguan dengan adanya benjolan pada bagian leher, persis di bawah rahang kanan. Benjolan tersebut berupa pembengkakan yang sangat menggangu saya sehari-hari, terutama pada waktu sedang mengunyah makanan. Bahkan, sering menghilangkan nafsu makan saya.

Saya sudah keliling periksa dari dokter ke dokter dan diberi berbagai obat. Tidak hanya itu, sudah banyak uang yang saya habiskan, tetapi tidak ada perubahan yang berarti. Begitu pula dengan ramuan obat alternatif lainnya, saya sudah mencobanya, tetap saja tidak bisa tertolong. Selain gangguan pada rahang, saya juga sebenarnya gangguan atau flek paru-paru sehingga sering batuk-batuk. Saya sangat khawatir dan gelisah karena saya sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak yang masih kecil.

Sejak suami saya mendengar tentang khasiat jamu sarang semut yang beredar di Jayapura, dia pun menyuruh saya mecoba meminumnya. Setelah saya mencoba meminumnya untuk beberapa hari, ternyata ada perubahan. Rasa sakit yang sexing timbul kini mulai berkurang, batuk saya pun mereda. Akhirnya, saya pun terus mengonsumsinya hingga lebih dari satu bulan. Hasilnya sungguh diluar dugaan saya. Benjolan di rahang saya lenyap total. Flek di paru-paru pun hilang dan saya tidak pernah batuk lagi.

Saya merasa penasaran dengan kenyataan ini. Saya pun pergi lagi memeriksakan diri ke dokter dan ternyata dokter mengatakan bahwa saya sudah sembuh. Dokter pun heran dan menanyakan obat yang saya konsumsi. Menurut dokter, selama ini pasien-pasiennya dengan penyakit yang sama tidak pernah bisa sembuh secepat yang saya alami. Saya sangat bersyukur dapat disembuhkan berkat sarang semut. Hingga kini saya tetap sehat dan bahagia bersama keluarga.

E. Tumor di Leher

Agnes Horoni (40 th), Jayapura-Papua

Saya seorang karyawati asal Sulawesi Utara yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jayapura. Selama di Jayapura saya mengalami benjolan di bagian leher sebelah kanan pada tiga tahun yang lampau. Benjolan tersebut tumbuh secara cepat hingga sudah sebesar kelereng. Saya pun memeriksakan ke dokter ahli. Dokter pun berkesim-pulan bahwa yang tumbuh di leher saya adalah sejenis tumor yang bisa berkembang terus. la pun mengajurkan supaya segera dioperasi saja.

Oleh karena saya merasa sangat khawatir dengan benjolan tersebut maka saya memutuskan supaya dioperasi saja sesuai anjuran dokter. Oleh dokter telah ditetapkan hari dan tanggal operasi. Untuk itu, sebelumnya saya menyampaikan kepada pimpinan saya, di mana saat itu pimpinan saya menganjurkan supaya jangan terburu-buru untuk dioperasi. Pimpinan saya menganjurkan supaya saya mencoba meminum jamu sarang semut yang menurutnya sangat berkhasiat untuk mengobati benjolan saya tersebut.

Akan tetapi, suami saya menyarankan untuk tetap dioperasi karena sudah janji waktu dengan dokternya. Selama tiga minggu setelah dioperasi saya merasa aman dan tenang-tenang saja. Akan tetapi, tiba-tiba pada minggu berikutnya saya merasa tempat bekas operasi ada benjolan baru yang mulai tumbuh kembali dan berkembang secara cepat. Hal ini saya sampaikan kepada pimpinan saya dan pimpinan saya menganjurkan kembali untuk mencoba meminum jamu sarang semut. Akhirnya, saya pun menurutinya. Saya memulai meminum jamu sarang semut dengan takaran 3 kali sehari selama satu bulan. Ternyata secara berangsur-angsur benjolan tersebut mengecil hingga akhirnya lenyap sama sekali. Bahkan, bekas sayatan pisau operasi pun tidak tampak sama sekali. Rupanya sarang semut benar-benar sangat dahsyat. Saya sangat bersyukur bahwa dalam beberapa tahun ini sudah tidak ada lagi gangguan dengan benjolan tersebut. Puji Tuhan saya sudah benar-benar sehat berkat jamu sarang semut.

F. Ambeien (Wasir)

Bapak Hendra (68 th), Jayapura

Saya sudah mengalai ambeien sejak 48 tahun yang lalu. Selama ini untuk mengobati penyakit tersebut saya mengonsumsi obat dokter. Namun, hasilnya tidak begitu baik. Tidak hanya itu, semua jenis pengobatan alternatif pun sudah saya coba, tetapi hasilnya juga kurang memuaskan. Hingga pada suatu hari, saudara saya menyarankan untuk mengonsumsi jamu sarang semut. Saya pun mulai mencoba mengonsumsinya. Sesuai dosis rekomendasi pada kemasannya, saya pun mengikutinya. Setelah mengonsumsinya beberapa hari, ambeien saya mengecil. Saya pun terus mengonsumsi sarang semut terus-menerus selama 2 bulan. Hasilnya, ambeien saya yang selama 40 tahun menyiksa kini hilang sama sekali dan tidak pernah muncul lagi.

G. Melancarkan dan Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu (ASI)

Tri Wayat Turyanti (34 th), Sentani, Jayapura-Papua

Saya seorang ibu asal Jawa Tengah, dan suami saya berwiraswasta dan bertempat tinggal di Sentani Jayapura. Kami dikaruniai tiga orang anak, anak pertama laki-laki dan anak kedua adalah kembar, kedua-duanya laki-laki. Saat melahirkan prosesnya berjalan normal dan sehat-sehat saja. Hanya saja setelah melahirkan kedua bayiku itu, saya mengalami kekurangan ASI. Padahal saya sangat berkeinginan untuk memberi ASI secukupnya kepada kedua bayiku sekurang-kurangnya untuk beberapa bulan ke depan. Saya berusaha mencari makanan tambahan untuk bisa meningkatkan air susu, tetapi tidak banyak tertolong sehingga terpaksa saya harus mencukupi kebuthan ASI untuk mereka dengan memberikan tambahan susu bubuk.

Pada suatu hari saya mendapatkan kiriman paket dari saudaraku di Wamena yang di dalamnya berisi beberapa bungkus jamu sarang semut. Jamu tersebut katanya dapat mempercepat pemulihan kesehatan ibu yang baru melahirkan dan juga untuk meningkatkan stamina. Saya kemudian mencoba untuk meminumnya sesuai dengan keterangan yang terdapat dalam kemasannya, yaitu 2 kali sehari. Ternyata setelah beberapa hari mengonsumsinya, saya merasa kesehatanku lebih baik dan tidak mengalami pegal-pegal. Perubahan yang luar biasa saya rasakan adalah produksi ASI-ku bertambah banyak, bahkan dapat mencukupi kebutuhan kedua bayiku.

Ini adalah hal yang luar biasa dan sangat menggembirakan hati saya. Ternyata jamu sarang semut sangat ampuh meningkatkan produksi ASI. Di samping itu, dengan memberikan ASI, kedua bayiku sangat sehat dan berkembang dengan baik.

 

Ibu Sonia (34 th), Cengkareng, Jakarta Barat

Saya adalah ibu dua orang anak. Saat melahirkan anak pertama, kondisi ASI normal. Namun, setelah melahirkan anak kedua, ASI saya menggumpal sehingga produksinya pun menurun. Saya telah mengupayakan segala cara agar produksi ASI saya tidak mengumpal dan lancar. Saya pun mengonsumsi daun katuk. Bahkan, tidak hanya itu, saya juga melakukan pijat dan meminum obat tradisional Cina. Namun, tidak ada basil yang memuaskan. Produksi ASI saya tepat mengumpal. Hingga pada suatu hari teman saya menganjurkan untuk mencoba mengonsumsi sarang semut. Menurutnya hasil rebusan sarang semut dapat melancarkan dan meningkatkan produksi ASI. Akhirnya, saya pun mengonsumsinya 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Hasilnya sungguh luar biasa, barn 2 hari mengonsumsinya, air susu saya melimpah dan lancar. Bahkan, saya kewalahan sehingga saya harus memompanya keluar.

 H. Nyeri Punggung

Ibu Maria (32 th), Jakarta Utara

Saya mengidap skoliosis (tulang punggung bengkok). Setiap hari saya merasa nyeri dan pegal di sekitar tulang punggung saya. Saya sudah mencoba berbagai terapi dan olah raga renang. Namun, tidak banyak membantu. Berkat saran dari teman, saya mencoba mengonsumsi sarang semut. Ternyata setelah meminum hasil rebusan sarang semut selama 1o hari, rasa pegal dan nyeri hilang. Bahkan, hingga sekarang rasa nyeri itu tidak pernah terasa kembali. Sungguh luar biasa khasiat sarang semut.

 I. Alergi (Bersin-bersin dan Keluar Ingus)

Bryan (4 th), Perumahan Citra, Jakarta Barat

Anak saya namanya Bryan dengan umur 4 tahun. Hampir setiap pagi saat bangun tidur, anak saya selalu bersin-bersin. Bahkan, setiap kali bersin mengeluarkan ingus yang berwarna hijau kental. Oleh karena khawatir akan perkembangan kesehatannya, saya pun memutuskan untuk membawanya ke dokter. Saat memeriksakannya, dokter mengatakan kalau anak saya itu alergi. Dokter pun memberikan resep obat.

Setelah beberapa hari ternyata anak saya tetap bersin-bersin, tidak ada perubahan. Berkat saran dari saudara yang mengetahui ada sejenis jamu yang disebut sarang semut bisa mengatasi penyakit anak saya tersebut. Saya pun berusaha mencari jamu tersebut. Setelah mendapatkannya, saya pun memberikan kepada anak saya untuk diminum. Setelah is mengonsumsinya selama 4 hari, ternyata hasilnya diluar dugaan saya. Anak saya tidak pernah lagi bersin-bersin jika bagun tidur dan tidak mengeluarkan ingus lagi.

J. Gairah Seksual

Bapak Sarto (38 th), Jayapura

Belakangan ini saya mengalami penurunan aktivitas seksual sehingga saya merasa terganggu. Istri saya pun merasakan dampaknya. Sebenarnya saya sudah mencoba mengonsumsi ramuan taradisional, tetapi hasilnya kurang maksimal. Berkat saran teman, saya pun mengonsumsi jamu sarang semut. Hasilnya, diluar dugaan saya. Hanya mengonsumsi selama 1 minggu berturut-turut dengan dosis 2 kali sehari temyata gairah seksual saya kembali normal, bahkan meningkat.

Kembali ke atas....

 

DI MANA ANDA BISA MENDAPATKAN HERBAL SARANG SEMUT?

Untuk melayani kebutuhan anda, kami menyediakan bubuk kering sarang semut asli dari bumi Papua dan siap dikirim ke alamat anda. Untuk pemesanan dan keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

BAPAK UMARLAN

ALAMAT:

TANJUNG GEDONG, RT 06 RW 08 TOMANG-JAKARTA BARAT

Telepon:

021-56964205 atau 0812-8039-6464 

Butuh Info Lain? Klik di Sini...